Notulen Ibadah Minggu GPI Malang 23 Desember 2012




IBADAH MINGGU
30  Desember 2012

Mazmur : Tidak ada nama selain Yesus Kristus yang membawa kita kepada kebenaran, yang akan memberikan sukacita dan damai sejahtera di dalam hati kita. Maka dari itu hendaklah kita semakin teguh di dalam kasih dan dengan iman teguh percaya kepada Dia yang membawa kita kepada keselamatan. Hari ini Tuhan akan semakin menyatakan kehendaknya kepada setiap umat-umatnya. Apa yang akan dikerjakan hari ini itulah yang akan Dia kerjakan kepada kita, yang lalu telah berlalu, hari ini sungguh ada dan masa depan kita ada. Semakin menjadi sempurna kasihnya di dalam diri kita.

Mazmur : Hanya Tuhanlah yang berkuasa atas hidup kita, serahkanlah segalanya. Janganlah engkau kuatir akan keadaanMu karena Tuhan maha mengetahui segala isi hatimu..

Mulia-Mulia (Pujian)

Doa : Sepanjang masa kemuliaanMu di dalam hati kami Tuhan. Biarlah hati kami penuh dengan puji-pujian Tuhan. Biarlah damai sejahtera itu menjadi bagian di dalam hidup kami. Sebab Engkau tidak terbatas didalam hidup kami. Biarlah kemuliaanMu terus dinyatakan di dalam hidup kami. Sungguh Engkau dahsyat Tuhan, kami menanti-nantikan Engkau ya Tuhan. Engkau terus mempersiapkan kami, supaya kami memancarkan kemuliaanMu. Saat ini tiap perkataanMu mengalir di dalam hati kami, hati kami teguh ya Tuhan. Sungguh Bapa kami bersyukur Bapa, Engkaulah segala-galanya di dalam hati kami. Ada sukacita yang terus mengalir di dalam hati kami, kami bersama dengan Engkau melakukan banyak perkara yang dahsyat, karena pribadiMu ada di dalam kami Tuhan. Kami bersyukur Tuhan, Engkau Raja yang gagah perkasa, Engkau Kristus yang ajaib di dalam kehidupan kami.

Mazmur : Mazmur 30 : 1 – 12. Demikian Tuhan jiwa kami bersyukur atas kebaikanMu sampai selama-lamanya di dalam hidup kami ya Tuhan. Aku mengangkat tanganku dan bersyukur, sebab kehebatanMu nyata atas hidupku. Dahulu aku terbuang tetapi sekarang aku mulia di hadapanMu, sebab kasihMu nyata di dalam hidupku, bahwa aku adalah-anak-anakMu. Kau tidak memandang lagi apa yang ku perbuat, tetapi Engkau mencurahkan kasih karuniaMu atas kami. Hatiku meluap dengan ucapan syukur. Biarlah semua yang bernafas memuji Tuhan, oh haleluya.. syukur bagi kau Tuhan.. syukur bagi Kau Tuhan..



Mazmur : Mazmur 150 1 – 5. Kami mengucap syukur tidak ada yang dapat kami katakana selain kami memuji, selain kami meninggikan Engkau ya Tuhan. Ada sukacita ada damai sejahtera, sungguh Engkau luar biasa. Engkau Allah yang dahsyat luar biasa, Engkau nyatakan kemuliaanMu di dalam kehidupan kami. Inilah kami orang-orang yang kau pilih menjadi umat pilihanMu ya Tuhan. Engkau bawa kami dari kegelapan. Tidak ada lagi kegelapan bagi kami, kami tidak lagi melihat, tetapi kami percaya Engkau Ya Tuhan. Kami mengucap syukur untuk segala kebaikan, kami menyerukan haleluya, Engkaulah segala-galanya bagi hidup kami, bagi semua orang yang percaya padaMu. Engkau luar biasa ya Tuhan, karyaMu di dalam hidup kami. Segala rencanaMu kami rasakan sampai saat ini. Biarlah pagi ini hati kami penuh dengan nyanyian, kami bersukacita dan bersorak-sorai bagi kemuliaanMu. Biarlah kami semakin lagi melihat Engkau untuk dapat lebih dekat lagi ya Tuhan, kami mengucap syukur, hanya syukur yang kami naikan ya Tuhan. Syukur… Haleluya..

Doa : Hari demi hari penuh dengan keintiman dengan Engkau, hari demi hari senantiasa bergaul akrab dengan Engkau. Mataku tertuju kepadaMu, telingaku tersendeng denganMu Tuhan. Bahkan apa yang Kau rasakan akupun merasakan. Sungguh tiada Allah lain, tiada Tuhan lain hanya Engkau Tuhan. Hanya Engkau yang ku miliki, hanya Engkau yang ku ingini, Engkaulah kerinduanku ya Tuhan. Hati ini dari hari kehari Engkau rajut cintaMu. Sebab, kami tau begitu dahsyatnya penyertaanMu di dalam hidup kami. Engkau yang menjadikan sumber hidup kami. Engkau yangn menjadikan nafas hidup kami. Karena Engkau kami ada, bawa terus ke jalanMu ya Tuhan. Kelak kami akan melihat, kemuliaan demi kemuliaan menjadi bagian dari kami. Sehingga melalui kamilah namaMu di agungkan, seluruh umat bersorak sorai. Kami tidak perduli lagi kehidupan kami ya Tuhan, semuanya kami serahkan kepadaMu. Kau ingat setiap nama kami ya Tuhan, kuasaMu yang menyertai kami, tak henti-hentinya tercurah atas kami, memampukan kami, menghidupkan kami. Biarlah didalam naunganMu kami berlindung. Engkau yang maha kasih, Engkau yang besar, Engkau yang mengerti, Engkau yang mencintai. Bahkan luasnya jagad raya ini tak mampu menandingi Engkau ya Tuhan. KasihMu sempurna di atas hidup kami, di bumi seperti di surga.

Ku Bri Kemuliaan (Pujian)

Pernyataan : Roma 12 : 1 – 8.

Kesaksian : Matius 16 : 13 – 20. Di terjemahan lainnya disitu dikatakan “Petrus a rock and this rock I will build my church”, petrus itu adalah sebuah batu, kita juga adalah batu tempat dimana Tuhan akan mendirikan gereja, dan kitalah gereja Tuhan. Juga dikatakan disitu bahwa di tempat bangunan Tuhan tersebut akan membawa banyak energi, yaitu kekuatan dan maut tidak berkuasa. Luar biasa hidup kita, itulah arti batu sebenarnya, dan kitalah batu itu, kita adalah gereja Tuhan. Jadi melihat selama seminggu ini mungkin kita jarang berkumpul, tetapi Tuhan memberikan perenungan yang luar biasa di dalam hidup kita.

Kesaksian : Kita bisa hidup di dalam alam jasmani, dan kita itu bisa hidup di dalam alam Roh. Jadi pada waktu itu Yesus Tanya “Siapakah aku ini?” agar Petrus mengerti siapa Yesus, sama seperti Yesus saat ini bertanya kepada kita agar kita mengerti siapa itu Yesus. Bapa ingin kita sadar, bahwa kita ini tidak berbeda dengan Yesus. Keinginan Bapa agar kita hidup di bumi seperti di surge, apabila kita masih kuatir berarti kita masih dikuasai alam jasmani, tetapi yang kita perlu masuk ke dalam alam Roh. Kita bukanlah manusia biasa, tetapi kitalah Kristus. Kita harus mengambil suplay jangan dari alam jasmani, tetapi ambilah suplai dari Kristus.

Kesaksian : Saya sangat diteguhkan dengan mazmur-mazmur tadi, kita lihat lagi di mazmurnya ibu sarah tadi dikatakan bahwa “tidak ada lagi kegelapan, dan kita tidak lagi melihat”. Saya merenungkan disitu, memang kehidupan orang kristen saat ini tidak ada lagi kegelapan, tetapi yang jadi masalah adalah kurang terang. Kita lihat di 1 Korintus 15 : 27, disitu dikatakan bahwa terang yang dimaksud adalah menaklukan segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan kita. Maka dari itu saya sangat diteguhkan dengan apa yang dimasmurkan tadi, bahwa kita tidak lagi melihat tetapi kita menjadi terang, karena kita telah menaklukan segala kelemahan di dalam hidup kita. Kita tidak lagi melihat terang yang secara jasmani, tetapi biarlah terang kita adalah terang yang Rohani. Semuanya agar kehendak Tuhan terlaksana di dalam hidup kita seperti yang telah disampaikan mas Henoch tadi yaitu kita menjadi batu untuk mendirikan bangunan Tuhan. Haleluya..

Kesaksian : Bahwa bila ada kelemahan di dalam hidup kita, kita tidak akan bisa menjadi terang. Matius 5 : 14. Saya sangat bersyukur, meski di dalam lingkup saya, hidup saya harus bisa menjadi terang bagi orang lain. Sama seperti lampu yang harus diletakan di tempat yang tinggi untuk menerangi sekitarnya, begitu juga dengan diri kita agar kita bisa menerangi orang-orang yang ada di sekitar kita.

Kesaksian : 1 Kor 10 : 3 - 4. Disitu dikatakan Yesus adalah batu karang, dan dari batu karang itu terdapat suplai makanan rohani. 1 Petrus 2 : 5. Sama seperti bangunan, batu yang dipergunakan bukan hanya satu atau dua batu, batu yang digunakan pada sebuah bangunan terdiri dari banyak batu sehingga menjadi kesatuan, agar saat ada bangunan di atasnya, bangunan tersebut akan tetap kuat. Maka saya membayangkan kalau satu dua batu yang terlalu besar pada saat mendirikan bangunan, maka batu tersebut akan di potong agar sesuai ukurannya. Seperti itu juga gambaran kita melayani Tuhan sesuai apa yang Tuhan inginkan. Banyak yang sudah Tuhan singkapkan agar kita mengerti siapa diri kita sebenarnya, karena apabila kita mengerti siapa diri kita, kita akan berlaku sesuai siapa diri kita sebenarnya. Mari kita semakin sama-sama membawa kehidupan kita di dalam Tuhan, karena di dalam diri kita ada kuasa yang sama seperti Yesus. Kristus mampu menuruti apa yang menjadi kehendak Bapa, kitapun mampu melakukannya juga.. Karena tidak ada yang membatasi Dia di dalam diri kita. Tuhan itu dahsyat dan ajaib, haleluya Tuhan Yesus Memberkati..

Bagi Dia (Pujian)

Kesaksian : Banyak firman yang disampaikan tadi, bahwa Tuhan telah memberitahukan siapa jati diri kita yang  sebenarnya. Bahwa kita adalah Kristus, sama seperti Kristus menaklukan semuanya, bahkan seperti yang tertulis di 1 Kor 15 : 26 musuh yang terakhir yaitu maut juga telah dikalahkan. Secara jasmani semua bangunan yang menggunakan marmer atau apapun itu pastilah bisa hancur, maka dari itu Yesus berkata “merombak bait Allah”, yaitu menjadi bait Allah yang ada di dalam diri kita. Karena kerajaan Allah tidak dapat hancur, kerajaan itu ada di dalam diri masing-masing kita. Bagaimana kita semakin hari agar dapat mengerti, kita harus bisa membuka hati dan pikiran kita, dan tidak menjadi serupa dengan dunia. Hukum secara tertulis akan mematikan, tetapi hukum Roh memberi hidup. Saya melihat dalam perjalanannya Yesus, didalam mengambil keputusan dia tidak pernah mengalami kekuatiran, karena yang Dia laksanakan adalah hukum Roh. Yesus telah memberikan teladan dan dia telah memberikan contoh untuk menaklukan segalanya bahkan musuh yang terakhir yaitu maut. Apa yang Tuhan taruhkan di dalam diri kita, itulah yang harus kita pergunakan untuk saling melengkapi. Kita datang untuk kemuliaan nama Tuhan, mari kita sama-sama untuk semakin mengerti kebenaran Firman Tuhan. Ketika kita hidup dimana Tuhan bawa sebagai pelajar, pekerja, dan lainnya, kita tetap bisa membawakan firman Tuhan kepada lingkungan sekitar kita.

Kesaksian : Biasanya saya bangun pagi saya jam 5 bangun sudah kedapur, tetapi pagi saya bangun kok rasanya pikiran saya melayang ya, lalu saya tidur lagi, sampai jam 7 saya dibangunin cucu. Lalu saya bangun saya ikut ke gereja, meskipun sedikit pusing saya tetap datang. Ya puji Tuhan, biar saya sakit tetapi Tuhan yang menyembuhkan. Walau di periksa dokter banyak penyakit dari gula tinggi, tekanan darah tinggi, dan kolestrol  yang ada di dalam diri saya, tetapi saya tidak takut karena Tuhan menjadi penyembuh saya. Saya kemana-mana Tuhan mengikuti saya, puji Tuhan sampai saat ini saya masih sehat.

Sumber : Tuhan

0 comments:

Post a Comment