Ibadah Minggu
16 Desember 2012
Doa : Kami
mengucap syukur ya Tuhan, kami datang untuk memandang Engkau Ya Tuhan. Kami
percaya Engkau hadir di tempat ini ya Tuhan, kami melihat semua kemuliaanmu ya
Tuhan.
Hanya Dekat Allahku
(Pujian)
Mazmur : Bukankah RohNya telah dicurahkan atas kita,
bukankah RohNya yang penuh itu telah memenuhi kita, jangan pernah ragu kuasa
dan rohNya di dalam diri kita. Sebab kuasaNya dan cara kerjaNya jauh melebihi
apa yang kita pikirkan dan kita bayangkan. Bukankah RohNya yang sempurna itu
berdiam di dalam diri kita dan mengatasi segala kelemahan-kelemahan kita.
RohNya telah mempu mengatasi segala kefasikan-kefasikan di dalam diri kita.
Hanya dengan membuka hati, hanya dengan memberi diri, maka dia akan bekerja
sempurna di dalam diri kita. DigantikanNya segala kelemahan dengan kekuatanNya,
digantikanNya penglihatan yang buram dengan penglihatan yang tajam. Bukankah
itu telah dikerjakan Tuhan di dalam diri
kita. Biarkan kuasaNya terus bekerja di dalam diri kita agar kita meninggalkan
kehidupan yang lama agar kita hidup di dalam manusia roh yang serupa dan
segambar dengan Dia, itulah hal yang mulia yang dia kerjakan atas kita. Dia
menetapkan kita menjadi kemah kediamanNya, dia menetapkan kita menjadi kemah
kudus bagiNya, apakah yang membuat kita lemah bila Allah di dalam diri kita.
Bawa diri kita masuk di dalam hadiratNya. Maka rohNya akan semakin membara-bara
di dalam diri kita, maka RohNya akan membakar kita untuk terus mencari dia.
Terus kita akan semakin dikuatkan bagai burung rajawali, untuk semakin teguh,
untuk semakin kuat, untuk semakin menyala-nyala di dalam diri kita. Arahkan
hati kita kepada Dia, arahkan hidup kita kepada Dia saja.
Mazmur : Biarlah
tiap hembusan nafas yang kita hembuskan untuk memuliakan namaNya, hanya Engkau Tuhan yang menjadi tempat
pengharapan kami. Kiranya kita kembali kehadapanNya Semakin kita penyadari
semua apa yang ada di dalam diri kita milik Dia dan untuk memuliakan nama Dia.
Setiap waktu dan setiap langkah kita kiranya tertuju pada Dia. Tidak ada lagi
suatu kelemahan, tidak ada lagi suatu kekhawatiran di dalam diri kita. Hanya
Engkau Tuhan tempatku berharap, tempatku melihat, tempatku berlindung..
Mazmur : Roma
8 : 1 – 17.
Mazmur :
Sbab kasihNya yang sempurna telah tercurah di dalam hidup kita. Sebab itu oleh
karena kasihNya semuanya telah dihapuskan segala kelemahan itu. Kita harus
menerima kasihNya, maka marilah kita melihat kepada Allah, mari kita
bergembira, mari kita memuji Tuhan. Karena kasihnya yang sempurna itu telah
tercurah di dalam diri kita semua, mari kita bersuka, mari kita memuji Dia.
Tinggalkan semua kesedihan itu, tinggalkan semua yang ada di kehidupanMu,
lihatlah sekarang kehidupan Kristus ada di dalam diri kita, karena Allah
bekerja di dalam diri kita. Karena Bapa melihat betapa sungguh luar biasanya
engkau, janganlah memandang segala hal yang engkau alami, karena itu semua
sia-sia. Hanya bersuka di dalam Dia, hanya bergembira karena damai sejahtera
itu telah turun atas kamu semua, haleluya…
Tiada Terukur Kasih
SetiaMu Tuhan (Pujian)
Kasih Allah Tak
Berkesudahan (Pujian)
Yesus Kekasih Jiwaku
(Pujian)
Bila Roh Allah Ada Di
Dalamku (Pujian)
Sembahlah Dia Dalam Roh
Dan Kebenaran (Pujian)
Ratapanku Telah Kau Ubah
(Pujian)
Mutia (Kesaksia) : Tadi
pagi waktu saya pergi saya diingatkan lagu I
Can Feel You, seperti yang dikatakan di pujian tersebut kebaikan Tuhan itu
tidak akan pernah berakhir, selama lama lama lamanya… Setiap hari Tuhan semakin
menyatakan hadiratNya buat kita, kasih Tuhan itu kekal untuk selama-lamanya,
dan kasih Tuhan itu semakin baru setiap hari, dan itu yang menjadi kekuatan
bagi saya. Tuhan Yesus memberkati..
Kesaksian :
Mazmur 46 : 1 – 10. Waktu itu hari rabu saya terjadi konflik dengan agen saya,
disana saya disidang saya di tunggu. Terus karena siding itu membahas tentang
saya yang terjadi miss communication, sehingga semua telah mengklaim bahwa saya
salah karena saya tidak hadir. Saya tidak datang bukan karena saya tidak
berani, tetapi saya lelah karena pekerjaan yang banyak. Tetapi saat itu Tuhan
tetap memberikan ketenangan kepada saya, Tuhan memberikan ketenangan dan
jawaban. Jawaban Tuhan itu tidak pernah salah, puji Tuhan ketika saya
persentasi orang-orang bisa menerima dengan baik. Tuhan selalu katakana tenang,
ketika Tuhan membukakan mata semua orang-orangpun bisa menerima. Dan orang yang
suka menceritakan macam-macam tentang saya, saya tetap mengasihi dia.
Benar-benar saya katakana walau di dalam situasi apapun, Tuhan memberikan
ketenangan. Karena bila emosi dilawan dengan emosi tidak akan menyelesaikan
masalah, hanya ada konflik. Puji Tuhan ketika saya pulang dengan teman-teman
tidak ada lagi konflik, dan damai sejahtera. Semuanya karena Tuhan, agar kita
bisa menjadi berkat bagi lingkungan kita. Tuhan adalah benteng bagi kita di
manapun, di kondisi apapun, dan kapanpun. Haleluya..
Kesaksian : Takut itu menghalangi kuasa Allah di
dalam diri kita. Kalau Tuhan bilang “Aku adalah tempat perlindungan” itu sangat
terbukti. Peperangan saya bukan secara jasmani, tetapi saya berjuang dengan
Roh. Bagaimana cara saya menyembah di dalam Roh dan kebenaran itu sangat
penting, bukan karena saya ingin keluarga saya baik, bukan karena suami saya,
tetapi semuanya karena Tuhan.. Semua hal yang saya alami dengan Tuhan, saya
percaya itulah yang nantinya akan transfer ke anak-anak. Karena peperangan kita
bukan melawan jasmani, tetapi peperangan Roh. Maka dari itu saya belajar untuk
tidak takut, saya belajar untuk menyembah di dalam Roh dan kebenaran, dan saya
membawa anak-anak untuk menyembah di dalam Roh dan kebenaran. Saya tidak lagi
perduli dengan apa yang saya lihat dan dengar, tetapi saya hanya ingin mencari
Tuhan. Roh saya memberikan bukti yang terbukti, tetapi di dalam Tuhan terbukti
bahwa Tuhan memberikan kedamaian.
Kesaksian : Tadi
malam saya bermimpi saya seperti di pantai, lalu kita semua ini sedang
membangun rumah menggunakan kayu. Lalu kita membuat bangunan ada lima, lalu
tiba-tiba ada rombongan besar datang dan ikut membantu membangun rumah
tersebut. Jadi perbangunan itu ada komandannya, lalu setiap komandan dijadikan
satu, lalu ada panglimanya. Nah disitu panglimanya ini pak Adri di dalam mimpi
saya. Lalu saat itu tiba-tiba kami disuruh makan, walau bangunannya belum
selesai saat itu kami makan besar. Tetapi ketika saya mau makan tiba-tiba saya
terbangun. Kita buka di dalam Markus 6 : 30. Jadi pada waktu mimpi itu saya
bertanya, mengapa saya membangun rumah tersebut?. Saya percaya kita ini adalah
rumah Tuhan, apa yang kita lakukan apa yang kita perbuat untuk Tuhan. Tetapi di
dalam hidup ini terkadang kita memiliki kelemahan, dan ketidak sempurnaan itu
kadang membuat mental kita turun. Jadi di ayat tadi murid-murid Yesus meminta
agar Yesus menyuruh orang-orang yang mengikutinya agar pulang dan membeli
makan, tetapi Yesus berkata “Kamu harus memberi mereka makan!”. Jadi dari sini
saya belajar, ketika orang datang tugas kitalah yang harus memberi mereka
makan, ini bukan hal yang jasmaniah tetapi ini adalah hal yang rohaniah. Jadi
dari mimpi saya tadi, apapun keberadaan kita, bila ada orang datang kepada
kita, kitalah yang harus memberikan mereka makan di dalam hal yang rohaniah. Ada
waktu yang Tuhan katakana bahwa kita harus menjadi murid dan melayani Tuhan,
kita memberi apa yang kita punyai, Tuhan telah memberikan banyak hal kepada
kita.
Bu Sarah (Kesaksian) : Mazmur
125 : 1. Kemarin saya mengalami banyak hal di dalam Tuhan melalui kejadian
dimana suami saya dijahit kepalanya akibat kecelakaan. Saya berkata saya harus
kuat dan saya harus terus masuk di dalam Tuhan dan saya harus masuk lebih lagi
di dalam Tuhan.
Kesaksian : Awal
tadi saya mendapatkan suatu firman Tuhan di Mazmur 104 : 14-15. Anggur yang
dikatakan di situ bukanlah suatu hal yang jasmaniah, tetapi anggur ini berkata
tentang sukacita. Jadi ini benar-benar tercurah dan menyukakan hati kita. Ini
memperbaharui kita yang tadinya penat, jenuh, dan lelah menjadi bersukacita. Kita
yang di dalam Tuhan pasti disegarkan terus, seperti pada ayat tersebut
dikatakan Tuhan membuat muka berseri karena minya, dan menyegarkan hati
manusia. Hati kita selalu disegarkan dengan makanan yang kita berikan. Ayat 24
berkata Tuhan menjadikan segalanya dengan penuh kebijaksanaan, cuma terkadang
kita saja yang membuat itu menjadi suatu kerusakan di dalam diri kita. Kita
semua Tuhan bawa untuk masuk ke kemuliaannya. Lalu kita lihat lagi di ayat yang
ke 27, semuanya menantikan Engkau supaya diberikan makanan pada waktunya.
Seperti di markus tadi mereka mendapatkan suplai makanan tepat pada waktunya,
tepat pada waktu mereka membutuhkan. Maka dari ini saya menangkap Tuhan mau
kita menerima, menangkap makanan rohani yang Tuhan berikan buat kita, agar kita
semakin kuat. Ketika roh Tuhan datang, hidup kita ini memiliki suatu
pembaharuan. Seperti perumpamaan suatu lading yang kosong lalu ditanami dengan
tumbuhan, dan menjadikan pembaharuan yang indah. Pembaharuan ini menjadi suatu
yang baru di dalam hidup kita.
Kesaksian : Yang Tuhan sampaikan hari ini, semua
yang Tuhan kasih di dalam diri kita ini sudah sempurna. Saya teringat satu lagu
yang beberapa hari ini Tuhan sampaikan tentang “Kasih Yang Sempurna Tela Ku
Terima Darimu”. Yang saya tangkap disitu adalah kasih Tuhan lah yang sempurna
yang mengalir di dalam diri kita, walau ada hal di dalam diri kita yang belum
sempurna, tetapi kita harus memberi bukan karena untuk dilihat orang, tetapi
karena memang Tuhanlah yang menaruhkan itu semua di dalam hati kita. Karena
kasih Tuhan lah yang menaruh kasih yang sempurna itu di dalam diri saya.
Kesaksian : Shalom,
memecahkan roti bagi lima ribu orang itu tidak gampang. Jadi saya juga punya
pengalaman dalam memberi makan banyak orang, jadi di dalam dua bulan terakhir
saya memberi pelatihan kepada guru-guru, jadi pelatihan tentang IT. Ternyata,
tidak semudah itu memberikan apa yang kita punya kepada orang lain. Ada banyak
hal yang perlu kita perhatikan saat membagikan sesuatu ke orang, tidak harus
menunggu rumah tersebut selsai dibangun dahulu. Ketika saya keliling di banyak
sekolah, ternyata apa yang saya berikan kepada orang lain itu menjadi berkat
dan ada manfaatnya. Apa yang saya terima pagi hari ini, memang kita wajib
memberi diri kita, apa yang ada di diri kita kita kasih, tetapi tidak hanya
memberi tetapi ketika kita memberi kepada orang lain itu juga harus
memperhatikan bagaimana cara kita memberi, apakah sudah disertai dengan kasih.
Kita harus berpikir bagaimana agar orang ini setelah kita beri, orang ini
menyadari di dalam dirinya ada hal yang bermanfaat. Sama seperti wortel itu
awalnya keras, tetapi ketika sudah di masak menjadi lembek. Sama seperti
seseorang yang kuat di dalam Tuhan tetapi ketika mengalami masalah menjadi
melemah. Kita memberi warna kepada dunia dengan kasih, kita harus semakin kuat
di dalam Tuhan. Kita harus belajar memberikan kepada orang lain, tetapi kita
juga harus belajar untuk membangun diri kita sendiri. Ketika kita memberi
semakin banyak apa yang kita dapat, hikmat dan kebijaksanaan pun Tuhan akan
berikan kepada kita.
Pernyataan : Sudah
banyak hal yang disampaikan di dalam diri kita, kita patut bersyukur untuk
segala hal yang telah Tuhan sampaikan. Ketika kita melangkah keluar sana,
firman itu harus menjadi suatu hayat di dalam diri kita, agar kita tidak jatuh
dan melenceng dari jalan Tuhan. Seperti Yesus sebelum Dia melakukan segala hal,
Dia selalu berdiam diri untuk bertanya kepada kehendak Tuhan. Dimana ketika
Tuhan menyatakan isi hatinya kepada kita, kita harus mau melangkah, dan
hasilnya ibu bapak sendiri yang akan merasakannya.
Karena pada mulanya kita diciptakan kita
serupa dan segambar dengan Dia, itu adalah gambaran wujud Allah sudah ada di
dalam pribadi kita masing-masing. Jadi gambaran yang jelas sudah Tuhan nyatkan
di dalam diri kita semua, ada contoh dan ada teladan, disana kita harus belajar
dari hal itu. Ada suatu belas kasihan
maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Kita harus kembali ke jati diri
kita yang sebenarnya, kita sudah beroleh segala hal yang kita minta, tetapi ada
kalanya
Tuhan tidak menuruti karena itu hanya
memuaskan daging kita saja, namun tidak memuaskan Tuhan. Seperti yang dikatakan
tadi, hal pembangunan itu adalah suatu gambaran yang berbicara kepada kita
semua, dimana ketika kita ingin membangun suatu rumah, harus ada sesuatu yang
dibongkar untuk membangun rumah rohani. Sama seperti di dalam diri kita, pastilah
Tuhan melakukan pembongkaran di dalam diri kita yang belum sempurna dan kita
akan menuju ke kesempurnaan itu sendiri. Mungkin hal itu terjadi di dalam
keseharian kita melalui ujian, atau gesekan dengan sesama, konflik dengan
sesame, itu semua untuk menguji kita. Kita harus memperhatikan makanan rohani
kita, yaitu melakukan kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita. Ketika kita
melekat di dalam Tuhan suplai makanan itu tidak akan pernah habis.
Tuhan akan memberikan hal-hal baru di
dalam kehidupan kita. Itu adalah suplai makanan yang luar biasa, ketika kita
melihat Tuhan Yesus sebagai juru selamat waktu kecil, apakah sekarang kita
melihat Yesus hanya sebagai juru selamat saja. Maka dari itu ketika ada orang
yang datang, kita harus memberikan orang makanan. Sama seperti ketika kita
memberi kesaksian, mazmur, dan lain lain, ketika kita mau memberi makanan
rohani, Tuhan pun akan memenuhkan kembali kita di dalam Dia supaya menjadi
serupa dan segambar denga Kristus. Saya buka 2 Korintus 3 : 17 – 18, Kemuliaan
Tuhan nyata di dalam kehidupan kita karena Tuhan itu adalah Roh, yang tidak
terbatas oleh ruang dan waktu.
Jadi kita harus semakin hari, selubung
itu harus semakin disingkapkan, kita adalah suratan Kristus yang terbuka
sehingga orang lain dapat melihat. Jadi luar biasa sekali bila ada suatu
kemerdekaan itu mengalir di dalam diri kita, tidak ada lagi suatu kekhawatiran
di dalam diri kita, karena Roh yang telah memerdekakan kita.
Ketika Tuhan mengatakan A ya A yang
harus kita lakukan, makanya seperti rumah tadi dibangun bila ada sesuatu yang
tidak beres akan dibongkar. Firman itu bekerja sesuai dengan kehendak Tuhan dan
tidak akan kembali dengan sia-sia. Ada satu perkara yang Tuhan ingin kerjakan
dan lakukan di dalam diri kita, haleluya..
Dengan kita semakin bertumbuh di dalam
Tuhan, kasihNya itu semakin nyata di dalam diri kita masing-masing. Kasih Tuhan
sungguh luar biasa, tidak ada kasih seperti kasih Tuhan. Karena keselamatan
bagi semua orang, bukan hanya bagi kita saja. Jadi kita harus menjadi berkat,
seperti yang telah disampaikan tadi, kita mau membagi apa yang kita miliki,
membawa orang kepada Tuhan, dan melakukan semua pekerjaan Roh. Jadi luar biasa
sekali, kita satu dengan yang lainnya harus saling menguatkan, karena Tuhan
turut bekerja di dalam segala hal.
Sumber : Tuhan
Sumber : Tuhan






0 comments:
Post a Comment